Sunday, August 26, 2012

Teman SMS, ke Ceriwisan Ibu mengiringi status Jobseeker saya



Ketik ketik ketik
“ Ampun deh mba, heboh amat smsnya..” Leli, adik saya protes mendengar suara keypad HP saya ketika saya sedang mengetik sms
“ Haha, masa sih? yaa maklum lah, namanya HP jadul, Cuma bisa sms sama nelfon.” Sombong amat dia, karena HP terbarunya berbentuk touchscreen, sekarang berani meledek saya. Huff
Saya pindah ke tempat lain, waktunya makan malam. Walaupun Ramadhan usai, jam makan keluarga saya belum berubah, ba’da shalat maghrib kami membiasakan makan malam dengan menu sederhana pastinya.
Saya kembali menekuni keypad HP, lagi-lagi dengan suara menghebohkan.
“ Ekaa, makan dulu itu, keburu kenyang makan HP.” Ibu menunjuk piring di hadapan saya yang masih utuh isinya, sementara anggota keluarga lain sudah hampir selesai, bahkan Leli sudah sampai nambah dua piring.
“ Iya bu, maaf,,,,siappp ngabisin nasi..!!!” Saya langsung menyingkirkan HP dari hadapan saya, kembali asik menekuni makanan di depan saya. Tapi sesekali melirik layar HP, kalau ada balasan, langsung saya buka sms balasannya dan tanpa sadar jadi senyum-senyum sendiri.
“ SMS-an sama siapa sih ka? Senyum-senyum nggak jelas!!!,” Ibu kembali ingin tahu
“ Ini sama temen ko bu.” Saya menyelesaikan satu sms terakhir dan kembali makan, daripada ditegur lagi.
“Sama cowok yaa..” Ibu menyahut lagi, nadanya agak mulai kesal, ampun deh nih, curiga aja.
“ Ya ada laki-laki ada perempuan bu, temen aku kan banyak.” Berusaha jawab diplomatis, haha. Biarin ahh sekali-kali bikin orang tua penasaran, hehe *paling siap-siap ditimpuk kalau terlalu intens telfon2an atau smsan sama lawan jenis, tapi ibu biasanya nimpuknya pakai alat-alat kosmetik biar anaknya mau belajar make-up dan jadi cantik, hiyaaa,,makasiiii, kabuuurrr!!! sebelum wajah saya berwarna.
Padahal sebenarnya, saya itu smsan sama temen-temen FIK yang sama-sama sedang galau karena berada di masa peralihan dari mahasiswa-karyawan, pengangguran, belum ada kerjaan. Saling memberi dukungan, saling menguatkan, dengan bercanda-canda lewat isi SMS yang nggak jelas.
Contoh isi sms-nya
Malam ini bulannya cantik!!!!Tapi tidak secantik kamu, eaaa------
Aku tanpa kamu butiran debu----
Bapak kamu petani ya neng? KOK TAU?? karena kamu telah membajak hatiku. eaaa------- Bayangkan dapat sms gombalan tapi bukan dari lawan jenis, boro-boro hati jadi berbunga-bunga, ngikik iya.
Deg-degan nunggu berita kelolosan berkas CPNS---
Geer banget nih yang sms saya, pede banget bakal lolos, hihi
Aku pikir, aku rela duduk di bangku tengah biar dia bisa nyender di pinggir jendela, ternyata dia tidak hanya berhasil membuat pundakku pegel, tapi juga basaaaaah.. *tentang anak belasan tahun yang muntah-muntah dan tidur ngiler di sampingku T_T-------- Itu sms curcol dari teman saya yang sedang perjalanan balik dari mudik, saya refleks tertawa, bukan bermaksud tega sih,,hehe
Saya balas: Kuyup dong bajumu?-------------
Dia:  Jaket yang bukan hanya kuyup, tapi juga bauuuuu------- Hahahaha!!!!!parah
Waktu yang lain, mungkin esok harinya
Saya: Selamat buka puasa syawal T*n*..!!! semoga puasamu hari ini diterima oleh Allah swt, doakan supaya besok aku segera bisa ikut puasa yaa Btw, aku ngidam bakso J .--------------
T*n*: Baru aja aku makan bakso, hihi Pada akhirnya aku mokel ka, karna pergi ke pasar, jauh, panas, dan dibonceng orang yang nggak puasa T_T-------------  Terus hubungannya apa coba???hahaha
Di hari lain, saat smsan tentang motor
Saya: Gw nggak bisa naik motor kopling, dari dulu belajar nggak bisa-bisa, sampai nyerah yang ngajarin. Lagipula sekarang kan banyak motor matic, nggak rugi walaupun nggak bisa bawa motor kopling!!!------
Dia: Ngajarin lo mesti sabar-sabar!! Motor matic kan nggak enak, kayak engkong gw nggak pake gigi..:D  ------------ Astagaa, kasian amat deh tuh kakek disamain sama motor

Hahaha,,entahlah buat orang lain itu lucu atau tidak, tapi sms-an dengan teman-teman menjadi penghibur hati di kala kesepian, maklum di rumah nggak ada teman seusia.
“ Ekaa, bangun jangan siang-siang, nanti rejekinya ilang” Ibu teriak dari dapur, padahal saya sudah ada di teras, sedang meluruskan kaki, pegel baru pulang dari lari pagi. Ckckck, yang masih tidur si Adit tuh,,hehehe
“ Ibu nanti sore pulangnya takut telat, itu bahan makanan eka masak ya buat nanti buka puasa.”.  “ Sipp bu”
“ Adeknya disuapin dong Ka!” Padahal si Adit baru saja menghabiskan satu mangkok nasi dan bakso
“ Ya ampun Eka, gak bisa lepas dari HP yaa,,masa ke kamar mandi juga dibawa, nanti basah kena air, rusak gimana?”
calling-calling

“ Hehe, iya bu maaf takut ada yang telepon dari HRD yang aku apply.” Saya memberi alasan yang cukup masuk akal, untuk menghindari keisengan adik saya sebenarnya, bisa iseng pakai pulsa, baca-baca isi SMS, atau nelfon pakai nomor saya ke orang tidak dikenal.
XXX
“ Ngapain anak perempuan naik gunung lagi?bahaya looh naik gunung, kan banyak pendaki yang nyasar terus ilang.” Ibu saya kembali menolak permohonan izin saya untuk mendaki gunung Sindoro pasca lebaran ini
“ Jangan doain ilang lah bu, boleh yaa, kita ber 13 kok, anak laki-lakinya lebih banyak, kan daripada di rumah aja, belum ada panggilan juga. Seru loh bu naik gunung” Saya terus berusaha membujuk
“ Udah waktunya cari kerja, cari uang sendiri lah, bukan waktunya main lagi.” Ibu masih menolak
“ Ini nggak main bu, latihan menghadapi tantangan hidup,,biar lebih kuat kalau nanti masuk dunia kerja, hehe.” Saya masih mencoba melobi restu ibu
http://www.google.co.id/imgres?start=119&hl=id&biw=1024&bih=428&tbm=isch&tbnid=teZnlKsMeUUBOM:&imgrefurl=http://www.gisuser.com/content/view/25137/222/&imgurl=http://1.bp.blogspot.com/_4z_73Ka4xuc/RvktI-3WDWI/AAAAAAAAAQo/82fNCiL7Xv4/s320/Fudd_JobHunter.jpg&w=193&h=216&ei=McQ5UPyfK4nJrQfmwoCQCg&zoom=1&iact=hc&vpx=737&vpy=4&dur=651&hovh=172&hovw=154&tx=54&ty=56&sig=103689843969770789093&page=8&tbnh=123&tbnw=110&ndsp=18&ved=1t:429,r:10,s:119,i:144

“ Ada-ada aja, syukur nggak keterima di Pencerah Nusantara, ehh sekarang malah munggah gunung  bikin orang tua kuatir terus. Cari kerja ajalah di daerah Tangerang, yang deket, kalau mau jalan-jalan udah ke Lippo aja sana, ajak Adit” Hiyaa, gubrak, perasaan dulu peraturan rumah tidak seketat ini, mana bisa disamain kenikmatan gunung dengan pusat perbelanjaan yang ramai.
Entahlah akhir-akhir ini ibu saya agak lebih perhatian dengan saya, jujur saya sempat bingung, tapi saya anggap itu adalah bentuk perhatian lebih untuk saya. Walau terkadang merasa sedikit kesal, wajarlah yaa,, tapi begitu melihat waktu berdoa beliau setelah shalat menjadi lebih lama, pasti beliau mendoakan saya agar lebih sukses, jadi saya senang-senang ajalah..^_^

cheers...
Ners_Eka ^^

No comments:

Post a Comment