Showing posts with label Little Nurse Story. Show all posts
Showing posts with label Little Nurse Story. Show all posts

Monday, June 27, 2016

Keep Calm and be Happy Friends...!! Perawat di Idul Fitri itu Keren ^^


Well, postingan kali ini agak menguras emosi saya sebenarnya. Saya dididik dari kecil, hampir selama 21 tahun dengan aturan hari minggu itu libur dari berbagai macam aktivitas, tanggal merah artinya kumpul dengan keluarga, apalagi hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha. Itu waktunya kumpul, silaturahmi dengan seluruh keluarga besar. Bayangkan, hampir setiap tahun bapak itu ngajak saya dan keluarga pulang kampung, menikmati libur lebaran bersama keluarga tercinta. Otak saya, tubuh saya sudah terprogram dengan kebiasaan seperti itu setiap tahun selama hampir 21 tahun.

      Tibalah saya memasuki dunia orang dewasa yang katanya harus mementingkan tanggung jawab, tugas dan macam macam yang lain. Saya tidak pernah menyadari sebelumnya, pekerjaan perawat pelaksana itu artinya 24 jam tanpa henti bekerja sesuai jadwal. Ya Allah, miris banget di tahun-tahun pertama saya menjalani pekerjaan shift, libur di hari kerja, kerja di hari libur. Setiap bulan, hari libur sudah fix antara 5-6 hari saja, jadi nggak ada pengaruhnya, mau ada tanggal merah banyak atau sedikit. Tidak akan bertambah hari libur saya, masa-masa denial saya itu bertahun-tahun tetap ada di sini. Nyesekk hati rasanya melihat teman-teman bisa long week-end, yap,, rasanya sakiit banget kayak dicubit gorilla!! Hehe


       Usia awal 20-an biasanya masih senang-senangnya main, apalagi waktu itu sedang kekinian, traveling, jalan-jalan, naik gunung. Alhasil saya cuma bisa gigit jari melihat teman-teman posting ini itu di media sosial. Tapi ya sudahlah, secara saya mau jadi orang dewasa yang bertanggung jawab penuh terhadap apa yang sudah saya pilih. Mungkin ini Qadarullah, saya harus menjalani usia muda saya dengan hal yang lain, dinass!! dengan profesi seperti ini. Ada hikmahnya yang mungkin belum saya temukan selama kurang lebih 4 tahun ini. Tapi saya berjanji, saya akan menemukannya, mencari setitik kebaikan dari setumpuk kekurangan yang terlalu terlihat di depan mata.


Add caption


        Niat ikhlas menerima kenyataan bahwa saya harus tetap berjibaku dengan pasien dan ruangan di kala hari libur lebaran yang selama 4 tahun saya bangun dengan susah payah harus hancur dalam waktu kurang dari satu jam. Ternyata, pada kenyataannya memang pondasi penerimaan yang dikira kokoh itu ternyata hancur karena tiangnya tidak kuat menyangga. Okelah, dukungan keluarga (bapak dan Ibu), sebagai salah satu pilar ikhlas itu memang kuat, tapi masih ada pilar lain yang memilih untuk mundur dari mendukung saya. Itu rasanya gimana gitu...:(

       Saya sebenarnya yang kadar penerimaannya terhadap aturan masuk di hari raya tidak akan pernah sampai 100%, menjadi bingung sendiri,, pegangan lah ya  . Apa yang harus saya lakukan coba supaya tiap tahun bisa libur lebaran, apalagi posisi saya junior. Masih tinggal numpang sama orang tua, kampung halaman nggak punya... Lantas lantas??
Saya minta pindah ke poliklinik atau rawat jalan gitu, ngga semudah membalik telapak tangan. Memang kriteria biar bisa dinas di poli itu bagaimana? suka-suka kepala bidang keperawatan di tempat saya kerja, rata-rata yang ada di poli itu dianggap tidak produktif di ruangan, iya sih, yang usianya di atas 40 an, atau yang fisiknya mengalami kelemahan jadi ngga kuat dinas malam, atau yang memang punya sertifikasi tertentu seperti di poli gigi, poli mata, poli saraf dan HD.
Hal ini lah yang harus bisa saya pahami, saya jelaskan saya sampaikan, bahwa menjadi perawat ruangan yang dinasnya shift, pagi, sore malam, tetap tugas di hari libur adalah manusia-manusia keren sepanjang masa. Hehe,, karena mereka mampu mencari titik positif dari setumpuk kenegatifan yang disematkan orang lain kepada mereka. Iyalah, bagaimana dengan keluarganya, apa nggak protes gitu? pasti ada pertentangan batin. Tapi sekali lagi, mereka Mampu mencari titik positif di antara setumpuk Kenegatifan yang ada. Luar biasaa bukan??

Lalu, bagaimana kalau ada yang membandingkan, ahh saudara saya, kakak saya, sepupu saya juga punya jadwal shift, kerja sebagai tenaga medis juga, perawat juga, buktinya mereka bisa dapat libur tuh. Entah tukar jadwal dinas dengan sesama teman atau bagaimanalah caranya, diusahakan semaksimal mungkin, apapun caranya,  yang penting bisa dapat libur, cuti, mudik demi ketemu orang tua ,,,demi kumpul keluarga.
Saya tidak bisa membenarkan atau menyalahkan jika ada pendapat seperti itu. Semua orang punya pilihan masing-,masing, bersyukur kalau dapat tim di ruangan yang bisa diajak kompromi. Mau tukar jadwal dinas, tapi kalau tidak bisa, kita mau protes ke siapa? atasan? cuma bikin sakit hati. Kita juga harus memikirkan perasaan teman yang gantiin kita, mungkin harusnya dia libur, jadi terpaksa banget gantiin kita. Bagaimana kalau kita ada di posisi teman kita itu? merasa terpaksa tapi di hatinya tidak ikhlas? saya seperti sedang bersenang-senang di atas penderitaan orang lain. Hehe


Saya juga tidak menyampingkan orang yang berpendapat bahwa keluarga adalah segala-galanya, untuk apa merawat orang lain kalau keluarga sendiri tidak dikunjungi di hari lebaran pertama? Pendapat itu juga baik, dan tidak pernah saya salahkan sama sekali. Tapi semua itu kita kembalikan ke pribadi masing-masing, dan kalau ada yang beda dari pendapat kita, ya sudah hormati saja.

Karena saya pribadi sudah memutuskan untuk tidak menspesialkan hari lebaran secara manusia kebanyakan, karena yang terpenting adalah bulan Ramadhan itu, apa yang sudah kita peroleh, apa yang sudah kita kerjakan, apa yang sudah kita amalkan. Lantas apakah kita pantas merayakan hari kemenangan itu dengan kembali lagi memenuhi keinginan manusiawi kita seperti membeli pakaian baru, padahal Rasulullah hanya menyuruh untuk memakai pakaian terbaik yang kita punya, bukan setiap menjelang lebaran berburu diskon dan ngecek instagram mencari inspirasi style fashion di hari raya. Atau membuat kue dan aneka kuliner dalam rangka melestarikan tradisi, Dan lain-lain lah



Maaf punten, sekali lagi, saya pun berat saat memilih tidak menjadikan momen hari raya sebagai hari keluarga nasional, hari spesial keluarga. Tapi itu saya lakukan untuk menghibur diri, wkwk, mencari kesenangan dari hal yang kurang menyenangkan yang kita terima. Sambil tetap meluruskan niat bahwa bekerja itu semata-mata hanya ridho Allah yang dicari, termasuk Ramadhan dan 1 Syawalnya, dimanapun ridho Allah lah yang ingin saya dapat. Terserah Allah mau memberi kebarokahan bersama keluarga atau tempat kerja, kita hanya tinggal bersyukur

   " Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Q.S Ibrahim: 7)

Nah biar makin jelas, saya kutip penjelasannya dari nasehat di majelis ilmu

Ada tiga hal yang harus dilakukan manusia ketika menerima nikmat Allah agar ia dipandang sebagai hamba yang bersyukur kepada-Nya.
  • Pertama: secara batiniah ia harus mengakui telah menerima nikmat dari Allah.  
  • Kedua: secara lahiriah ia mengucapkan syukur atas nikmat itu.  
  • Ketiga: ia harus menjadikan nikmat itu sebagai pendorong untuk lebih giat beribadah kepada Allah Swt
Bila ketiga hal tersebut telah berpadu dalam diri seorang hamba, maka ia layak dikatakan sebagai hamba yang bersyukur kepada Allah.


Haha, pas kan buat saya yang lagi galau karena dalam beberapa tahun ke depan kehidupan lebaran saya akan abnormal? Saya tetap harus bersyukur walau saya tidak full kumpul dengan keluarga saat hari raya, karena itu juga nikmat. Sebagai gantinya, selain hari raya saya harus extra perhatian sama keluarga. Dan yang terpenting adalah menjadikan nikmat itu sebagai pendorong untuk lebih giat beribadah. Artinya saya harus lebih giat berangkat kerjanya, jangan malessss, wkwk,. Baiklah saya coba..
Oke Ners, SEMANGAAATTT!!!




Happy happy

cheers Ners Eka. _Ramadhan hari ke 22_

Tuesday, July 10, 2012

Pencerah Nusantara...(part 1)

" Apa yang membuat saya tertarik mengikuti PN??" (internal motivation)

Sejak kapan kamu menyadari ada perasaan sayang yang muncul secara tiba-tiba terhadap apapun?
Perasaan itu semakin tumbuh dan subur bahkan tanpa pernah kamu merasa menyiramnya maupun memupuknya??
Perasaan itu ingin kamu peluk terus, ingin kamu wujudkan, pelan-pelan atau bahkan sengaja kamu tahan dan akhirnya meledak?hingga ssetiap kamu shalat, kamu pasti mengucapkan doa yang itu-itu saja?
haha, sebenarnya saya mau nulis apa ini?

Aneh, saya merasakan itu sekitar dua tahun lalu,
Awalnya saya hanya ingin melakukan sesuatu yang beda di liburan panjang saya semester genap tingkat tiga, 3 bulan tanpa kegiatan itu buat saya sangat menyakitkan, apalagi saya itu anak rumahan. Kalau di rumah pasti mager (males gerak).
Akhirnya, saya serius ingin ikut semester pendek, apapun mata kuliahnya, asal jangan di FIK lagi. Refreshing otak gitu, maunya lintas fakultas, saya sudah sempat liat-liat FIB, bahasa arab waktu itu, atau biologi biar eksperimen gitu atau kunjungan lapangan ke puncak, hutan, laut..haha..ngarep!!
Karna, menurut saya sia-sia kalau kita jalan dengan niat murni jalan-jalan, cuma dapet capek sama seneng-seneng, ilmu dan amalnya mana??
Tapi,, saya gak dapet mata kuliah yang tepat di kedua fakultas itu. Sampai ada kakak kelas yang menawarkan untuk ikut Kuliah Kerja Nyata UI di daerah perbatasan. Waww...satu bulan keluar Depok???Alhamdulillah,,,dahsyatt, akhirnya saya punya alasan untuk keluar Depok yang tepat, kuliah, cari ilmu, cari nilai ples, pengalaman, amal dan teman. Luar biasa, mulai saat itu saya benar-benar jatuh cinta dengan petualangan.
Saya seperti menemukan antusiasme dalam jiwa muda saya,,haha lebay, atau lebih tepatnya, saya jadi tahu sebenarnya selama ini saya suka jalan-jalan, menemukan tempat baru, orang baru, budaya baru walaupun harus jungkir balik adaptasi
Atau sebenarnya saya mengalami keterlambatan tugas perkembangan? masa 21 tahun baru tahu kesukaan

Nah itu gak penting sebenarnya, terkait dengan menemukan perasaan jatuh cinta dengan Indonesia, jalan-jalan, petualangan, orang baru, masyarakat berbeda. Saya benar-benar bercita-cita mengelilingi bumi Allah, tanpa harus meninggalkan profesi saya sebagai Ners
Salah satu langkah awal adalah ikut program Pencerah Nusantara yang kebetulan baru diadakan di tahun 2012 ini
Alhamdulillah, program ners saya sudah selesai
Bagaimana proses seleksinya??insya Allah saya akan menulisnya dengan semangat...

Untuk saat ini saya baru mengikuti seleksi tahap 2 berupa Direct Assesment
Jadi seperti tahapan awal setiap seleksi apapun, saya diminta membuat essay tentang motivasi saya mengikuti PN, bagaimana rencana kerja selama satu tahun penugasan nanti, de el el
Alhamdulillah, Allah memudahkan saya untuk lulus tahap 1
Seleksi tahap kedua baru saya ikut tanggal 9 Juli kemarin
Tahu bagaimana prosesnya???
Saya diminta mengisi psikotes yang luar biasa banyaknya, lalu saya masuk ke ruang interview yang dingin
Saya ditanya macam-macam, saya merasa assesornya itu tinggi sekali tatanan bahasanya, entah saya yang bodoh atau memang kurang konsentrasi, saya merasa kesulitan mengartikan pertanyaan assesor
Tapi saya yakin bisa lulus, ditambah tes berupa Focus Group Discussion yang berisi masalah bisnis dan ekonomi
Waah, itu bisa perang antar anggota tuh
Haha, tapi sampai saat ini saya sangat menikmati tiap tahapan seleksi, semoga lulus ke tahap selanjutnya ya
Oh iya, dari FIK UI ada beberapa orang teman saya juga yang mengikuti seleksi tahap dua, mereka: Zuniatmi, Nurul Widyastuti, Luky Winanti, Amriyatun, Shiva Devy, Naela Mustika Khikmah, Ladystya P
Semoga niat kami yang tulus ini bisa dimudahkan pelaksanaannya oleh Allah swt, amiin

saat sarapan pagi..:)
foto bersama kandidat calon Pencerah Nusantara plus panitianya..^_^
istirahat di kamar
teman2 peserta direct assesment

 

cheers_Ners-Ewi

Friday, June 29, 2012

Lima meter menuju puncak...

Lima hari dikurang dua hari sama dengaaan??? yaaapppp,, 3 hari lagi kami merasakan kebahagiaan praktek profesi.
Lima minggu menghabiskan waktu di sini, ada banyak hal yang secara pribadi, saya dapatkan
Praktik keperawatan Gawat darurat artinya memberi pertolongan pertama bagi orang yang nyawanya berada di ambang perbatasan, perbatasan apa???hidup dan mati

Bangga rasanya menjadi perawat di ruang IGD, menyenangkan bisa memperdalam ilmu dan keterampilan di ranah ini. Kami memulai praktik KGD dengan pelatihan Basic Life Support di kampus untuk mendapatkan sertifikat dan keterampilan dasar menjadi seorang perawat IGD yang cekatan.

foto bareng untuk kenang-kenangan

Seru rasanya kalau mengenang pelatihan BLS di kampus, baru pertama kali mendemonstrasikan masalah yang terjadi di IGD, bagaimana memberi kompresi, ventilasi, kerja tim harus sesuai.

Setelah itu kami melakukan orientasi di RS masing-masing, kebetulan saya harus hengkang dari RSUP Fatmawati yang selama 6 bulan saya tempati sebagai lahan praktik saya, dan berpindah ke RSIJ Pondok Kopi. Perasaan pertama masuk ke RSIJ Pondok Kopi, waah ko ya tenang banget nih RS-nya, gak se sibuk RSF, setiap ucapan, salam dan sapa didahului dengan doa, assalamualaikum,,,ada yang bisa dibantu? apa keluhannya bu??




Kami bertiga belas di sini, adapun personilnya:..*eaaa
1. Fitriah
2. agustina dwi
3. Dwinda Ferina
4. Suci Wahyu Dini
5. Sintyana Putri
6. Pak Rudi
7. Pak Ganjar Kundi P
8. Pak Tatang Sutisna
9. Pak Muhammad Koko Hartopo
10. Kak Siti Rohmah Subekti
11. Kak Tutik
12. Kak Sri Sundari
13. Saya sendiri, Eka Wahyu Irianti

Pertama kali menjejakkan kaki di RSIJ Pondok Kopi

makan bareng di kantin rs



Dua minggu pertama saya langsung dapat di IGD bersama Fitriah dan pak Koko, bagaimana rasanya dines bareng mereka??subhanallah,,saya beruntung sekali bisa satu kelompok dengan Fitriah atau biasa dipanggil Apit dan pak Koko, mereka luar biasa tinggi semangat belajarnya. Setiap hari gak ada hari tanpa diskusi dan itu bikin saya malu kalau gak bisa menjawab pertanyaan mereka. Hehe..Kami dines pagi terus, kayak PNS

Dua minggu selanjutnya kami pindah bergantian ke ICU, dan merawat pasien-pasien indikasi ICU dengan berbagai macam peralatan canggih seperti ventilator.

Gak terasa kami mulai praktik tanggal 7 Juni dan akan berakhir 4 Juli besok..
Hari ini kami merayakan ulang tahun pak Tatang sutisna,,:))
Happu birthday pak Tatang

Itulah pengalaman bersama orang-orang hebat calon2 ners masa depan...yakin!! ^_^
Ners yang cerdas, peka dan peduli dengan pasien, akan menjadi tonggak utama pemerataan kesehatan di seluruh Indonesia...

Saturday, June 2, 2012

Bersiap untuk berdarah-darah di stase Terakhir

1 Juni, hari terakhir stase KMB-manajemen. Saya mengakhiri dengan manis di gedung Teratai Lantai V Selatan RSUP Fatmawati. Setelah presentasi dan skoring, pemaparan poa untuk menyelesaikan masalah yang teridentifikasi di ruangan tersebut. Semoga keberadaan kami di sana selama 3 minggu dapat memberikan manfaat. Amin

Artinya, setelah pengalaman menarik di KMB selama 2 bulan, dengan segala jenis stresornya, saya benar-benar harus memberikan applause untuk diri saya sendiri,,yeeyy..ternyata saya mampu melewati stase terberat itu, walau tidak mudah. Walaupun harus terseok-seok, hampir beberapa kali saya tersandung, menceritakan keluhan-keluhan di dunia maya, konflik dengan teman sekelompok, saling mendukung lewat diskusi, begadang malam hari untuk belajar, Alhamdulillah,,,,tetap saja Allah Maha Baik itu mampu membimbing saya sampai di hari terakhir. Saya tidak terlalu melihat hasil akhir, berjalan di program profesi dengan kata "menikmati" saja sudah cukup buat saya.

Yang pasti setelah ini, saya sudah siap untuk ke stase berikutnya,,,KGD, keperawatan gawat darurat...!!!
Yapp, ini impian saya, saya akan menjadi perawat IGD yang berkualitas, saya yakin itu

Tinggal selangkah lagi menuju NERS,,,
Percaya, belajar, peka, tanggap, cekatan, terampil, kritis dan rasional

Bersahabatlah denganku ICU, IGD RSI Pondok Kopi..^^

#semangatProfesi

Thursday, April 26, 2012

Infus plus cateter condom

Mata saya sering kelilipan kalo liat orang yang vena-nya enak untuk ditusuk, hehe
Maksudnya, antara seneeng, sama ragu-ragu untuk pasang infus ke orang tersebut
Sama kayak hari ini, saya dipercaya pasang infus ke bapak P di HCU, padahal kondisi bapaknya Compos mentis. Sadaar cuyy,,kalo ditusuk jarum, kesakitan, dia bisa teriak dan bikin seluruh pasien yang koma bangun semua. Haha,

Saya mau minta tolong kakaknya untuk liatin saya, udah bener atau belum cara pasang infusnya, takut gak berhasil. Tapi kakaknya lagi sibuuuuuuuuk bangeeeet, kakaknya percaya dan menyuruh saya pede untuk melakukannya sendiri. Mau minta liatin pak K sebagai CI lantai tersebut, saya belum berani, takut tremor, nanti malah gak masuk.

Akhirnya saya sendiri, bodo ah, bismillah aja
Saya coba dulu di vena metakarpal, hiyyaaa bengkak cuyy,,ngeri bangeet, plebitis. Langsung saya keluarkan, pindah ke vena dorsalis pedis, karna area penusukan lain, udah perbah senua, maklum itu bapak sering diinfus, udah agak lama di rawat. and theeeeennnnn.....srutt,,yess berhasil
I'm done, alonee...yippi..

Abis itu saya ganti kateter condom, haha,,antara tegas gak berani,..tapi saya paksakan, daaan,,,mudah sekali, teknik bersih sebabnya.
Jangan lupa perineal hygiene-nya yaa...^_^

Tinggal pasang NGT nih yang belum,,,masih ngeri saya..


Saturday, April 21, 2012

Neuro, HCU, dll

Gawat, sekarang bukan waktunya nge-blog, tapi ini seru banget rasanya. karena saya harus cerita biar lega. ^_^
Liat aja sekarang malam minggu tapi LP Plus WOC abses serebri sy belum lengkap, pengkajian, renpra apalagi caper


Unik, berkesan
Selama masa profesi di klinik, saya menemukan ruangan yang memiliki kesan tersendiri untuk saya.
Bukan berarti tiap ruang tidak berkesan. Tapi ini ruangan terbaru yang saya singgahi untuk mencari ilmu dan menggali pengalaman, mengembangkan keterampilan,,ciee..^^

Minggu ini dari tanggal 16-27 april saya bertugas di selatan lantai 6 RSF, gedung T. Target saya beserta teman-teman adalah merawat pasien dengan masalah neurologis..(stroke hemorogik, stroke iskemik, meningitis).
Kebetulan minggu pertama saya dinas di HCU (High care unit), makanya perlu pengawasan ekstra bagi tiap pasien. Tiap jam harus dipantau TTV-nya, balans cairan, terapi yang diberikan, perubahan posisi. Ada banyak tindakan yang dapat dilakukan disini, pengambilan sampel darah arteri, vena, pemasangan infus, pemasangan NGT, kateter urin, GV, pemberian makan melalui sonde. Bayangkan, hari pertama saya dinas sore, saya sudah kerja rodi memandikan pasien karena rata-rata total care. Saya agak ngeri juga karena saya merawat pasien dengan B-20 alias HIV/AIDS. Itu bener2 mesti hati-hati, jangan ceroboh, fatal akibatnya.

Keunikan selanjutnya setelah karakteristik pasien dan banyaknya tindakan yang dapat kita lakukan untuk meng-upgrade keterampilan kita adalah kakak-kakak perawatnya yang super duper baik. Hari pertama dines bareng sama ka Herna dan kak Hasan, hari kedua bareng ka Melani, hari ketiga bareng ka indri dan ka herna lagi. 

Oh iya,,kayaknya saya baru nemuin kakak-kakak yg baik-baik banget, bayangkan saya berhasil satu kali ambil sampel darah arteri untuk AGD, itu lumayan sulit loh,,hehe

Kakak-kakaknya benar-benar membimbing banget, bagaimana cara menghitung balans cairan, tiap jam kita harus memantau tanda-tanda vital seluruh pasien.

Kapasitas HCU ada 6 bed. Rata-rata kasus di sana adalah berhubungan dengan neuro, kardio, seperti abses serebri, stroke hemoragik, stroke iskemik, CKB CKS CKR. Bayangkan dengan kondisi klien yang total care begitu, semua dikerjakan oleh ners, terutama activity daily livingnya, makan, minum, nafas, dan saya memandikan pasien2 itu setiap dinas sore dan malam, astagaa..sumpah itu menguras tenaga banget. Tapi saya mencoba ikhlas-ikhlas,,hehe
Oh iya, eliminasi juga, saya selalu membantu pasien untuk BAK BAB. Awalnya saya agak sulit makan kalo inget-inget saya habis bersihin sesuatu,,haha, tapi lama-lama biasa banget, entah sejak kapan saya jadi gak jijik-an lagi, setiap abis tindakan saya langsung cepat2 cuci tangan menggunakan teknik yang benar, takut tertular penyakit klien. Haha, kan gak lucu, mau nolongin orang sampe mengorbankan diri..^_^
Yang paling penting, setiap kita mau melakukan tindakan, saya mencoba untuk komunikasi yang baik, perkenalan diri, kontrak dan sesuai teori lah biar terbiasa kalo nanti bekerja. Karena ners yang sukses ketika mampu menerapkan prinsip komunikasi yang efektif sehingga klien merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh ners. :p

Ini pengalaman agak traumatik. Saya, baru pertama kali melihat pasien apneu, lalu perawat HCU akan segera mengambil tindakan RJP, namun keberhasilan itu sedikit sekali persentasenya, daan hari pertama dinas, saya sudah mendapatkan lebih dari 2 orang apneu, diikuti dengan midriasis, kalo udah begitu....Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Rasanya saya syok, sebab walaupun mereka mengalami penurunan kesadaran, saya melihat kenaikan heart rate, tekanan darah, frekuensi napas, dll, semua dalam kondisi normal, lalu tiba-tiba apneau, astaga, luar biasa menakutkan, saya tidak akan pernah de-humanisasi, saya selalu sedih melihat seseorang meninggal, karena artinya dia akan meninggalkan orang-orang yang disayanginya.


mudah-mudahan keluarga, teman-teman saya selalu diberikan perlindungan oleh Allah swt agar tidak perlu mengalami kasus-kasus seperti di HCU. Amin

cheers_ Ners-Eka

Friday, April 13, 2012

Kamar Operasi,,,bukan kamar biasa

Pernah liat televisi tentang bagaimana situasi di kamar operasi??

Saya belum, saya tidak berminat, karena dalam bayangan saya, seseorang yang akan dioperasi adalah orang-orang yang berada pada ujung kehidupannya. Hembusan nafas terakhir seorang manusia akan dihabiskan di meja operasi. Jadi, selalu di pikiran saya, kamar operasi adalah tempat paling menakutkan, menegangkan, mengerikan, menyeramkan, mencekam melebihi makam.
Bayangkan, pertaruhan hidup dan mati ada di sana. Orang-orang yang tidak punya harapan hiduplah yang harus masuk kamar operasi.

Yap, itu dulu, sebelum saya mengikuti pendidikan profesi Ners di akhir masa kuliah saya.
DI stase medikal bedah ini, tepatnya dari tanggal 9-13 april, saya mendapat tempat praktik di kamar operasi instalasi bedah sentral RSUP Fatmawati. Pemikiran seram saya sebelum masuk oka-kamar operasi, perlahan memudar.
Saya mendapat orientasi, hal pertama ialah masalah sterilisasi ruangan. Ada garis merah, kuning, ijo, *udah kayak triase, yg harus dilewatin tanpa alas kaki, area yg boleh diinjak tnp teknik steril, area bersih, de el el
Saya mendapatkan pengalaman luar biasa, ada 8 kamar operasi di lantai 2, di lantai 1 ialah kamar pemulihan dan oka cito alias sewaktu2 darurat, bisa langsung ke oka cito.
Setiap petugas harus pakai baju khusus oka, mulai dari dokter sampai ob, semua wajib pake baju oka dan masker.

Ada banyak tindakan operasi yang dilakukan dalam rangka penyembuhan seorang pasien. Seperti masectomy, kraniotomi, pemasangan ORIF pada kasus fraktur, sectio caesaria. Intinya, memang soal bedah, pengangkatan jaringan, pembuatan saluran baru, dll.

Dalam ruang oka, jumlah orangnya tidak boleh lebih dari 7, prinsip steril memang sangat2 dijunjung tinggi.
yeaah,,nice experience-lah di oka

kamar oka masih rapi

tim operator sedang beraksi, saat seperti ini, saya bisa mendengar suara musik di radio yang berada pada tiap ruangan. Ternyata, kamar oka tidak seseram yang saya bayangkan, karena saya masih mendengar hiburan alias musik

biasanya oka tiap rumah sakit memiliki standar operasional yang sama

Yaa, itu dia


Thursday, April 5, 2012

Fraktur

Ini tentang minggu pertama saya di KMB
Medikal bedah, ketika seorang ners diterjunkan ke bidang ini, berasa Perawat bangeet,,hehe

Saya dapat jadwal dinas pertama di GPS lantai 1, ruang rawat ortopedi, semua yang berhubungan dengan kecelakaan lalu lintas, sampai membuat terputusnya kontinuitas tulang akan dirawat di sini
tindakan yang dilakukan seperti GV banyak dijumpai di sini

Ada pasien post amputasi, open fracture femur dextra, fraktur metatarsal 1, banyaak deh
Saya dapat CI yang paling bertanggung jawab sekaligus cerdas luar biasa, sebut aja bu I.
Rasanya setiap diskusi bareng beliau, kepercayaan diri saya agak turun, otak saya gak boleh kosong, karena bayangkan aja, soal fraktur bisa merembet kemana-mana, ke saraf lah, neurologi, sirkulasi-transportasi, semuanya itu membuat otak saya mumet

Semoga saya semakin betah di KMB
Hidup perawat Indonesia

cheers_eka_

Tuesday, March 13, 2012

Sehatkan Jiwamu....!!!!!

Heyho..:))
Rasanya lama gak nge-post,,^_^

Masih bahas tentang kuliah profesi saya yang tersisa 4 bulan lagi,,whatts??? 4 bulan lagi..??gak kerasaa,,,rasanya kemarin saya masih galau-galau antara melanjutkan jadi perawat atau mencari cita-cita yang lain,,eh Sekarang saya udah masuk stase keperawatan jiwa loh,,baru minggu pertama,,sekarang masuk minggu kedua, karna praktiknya dari tanggal 5-31 Maret 2012. Saya kebagian di rumah sakit Marzuki Mahdi (RSMM) Bogor, bayangkan...setiap hari saya harus ready @ 05.30 a.m di stasiun pocin.

Saya merasa seperti kehabisan waktu, bayangkan tugas laporan itu dalam sehari bisa 5 laporan. ADL, Resume, Caper kelolaan, SP, LP belum TAK pribadi plus case conference, hiyaa..setiap hari full pressure. Rasanya minggu kemarin setiap hari pingin nangis mikirin tugas, depok-bogor itu jauuh, ongkosnya mahal, sebab kalau saya gak kebagian krl ekonomi saya harus naik CL dan ituu bener2 bikin kantong saya bolong. Kompensasinya saya makan hanya satu kali sehari (haha,,curcol, tapi BB saya gak turun2 ya).

Tapi, selayaknya manusia sebagai makhluk adaptif, sekarang saya really enjoy it. Saya mencoba memahami setiap perasaan para pasien saya dan keluarganya. Mendapatkan stigma negatif dari keluarga dan lingkungan rumahnya tentang kondisi kejiwaan adalah hal terberat yang dialami setiap manusia. Apalagi saya kebagian di ruang Yudhistira, ruang perawatan terakhir para bapak, mas-mas dan laki-laki hebat itu mendapat pemulihan jiwa sebelum dinyatakan benar-benar tenang dan diperbolehkan pulang ke rumah. Miris mendengar cerita-cerita sukses mereka sebelum masuk rumah sakit. Hanya karena sebuah peristiwa yang tidak mampu dihadapi diri mereka, mereka harus mengalami guncangan jiwa, timbul tanda dan gejala yang sulit diterima akal sehat, mereka dimaklumi sekaligus dicemooh dan masyarakat sekitar rumah mereka menempatkan posisi yang paling cocok adalah perawatan di rumah sakit jiwa.

Ada 7 diagnosa yang menjadi fokus terapi generalis seorang ners, yaitu halusinasi, risiko perilaku kekerasan, isolasi sosial, harga diri rendah, risiko bunuh diri, waham, dan defisit perawatan diri. Kseluruhan diagnosa itu harus dikuasai oleh calon-calon ners, bagaimana faktor predisposisi, presipitasi, pohon masalah hingga memunculkan tanda dan gejala spesifik sampai strategi pelaksanaan dari tiap pertemuan untuk terapinya.

Awal orientasi ke ruangan, saya merasa agak ansietas, wajarlah...^_^
Bayangkan saya didekati pak Iswan yang asalnya dari Ternate, kumisnya bikin serem, orangnya tinggi besar dan dia minta saya menghubungi keluarganya, saya tahu rasanya berpisah dengan keluarga dalam waktu lama. Tapi saya tidak bisa memfasilitasi pertemuan mereka, karena ada larangan dari pihak perawat ruangan. Semua urusan eksternal termasuk menghubungi keluarga mempunyai prosedur tersendiri dan sudah diurus oleh bagian kehumasan. Sekarang, saya bahkan bisa bercanda dengan pasien-pasien tersebut.
Menyenangkaaan.....sekaligus bisa menjadi pelajaran bagi saya pribadi, tidak baik menyimpan pikiran-pikiran negatif. Lebih baik mencoba asertif. Ketika merasa menyukai sesuatu, sampaikan saja dengan baik, begitu juga sebaliknya kalau merasa tidak menyukai sesuatu terutama dari pribadi orang lain, katakan saja dengan baik-baik. Jangan pernah dipendam sendiri, orang lain gak akan ngerti kalo kita gak ngomong.

Oh iya, ada satu pasien bernama pak S, yang sangat-sangat pasif, beneran pasif, seluruh perawat yang berinteraksi dengan pak S merasakan hal yang sama. Afek datar, kontak mata bener-bener minus, dituntun kemanapun mau, akhirnya indikasi untuk ECT. Tau apa itu ECT? saya juga baru pertama kali lihat, jadi bagian kepala di temporalnya, di tempelkan sebuah alat yang mengalirkan listrik sejumlah volt tertentu untuk mengaktifkan kembali sinaps-sinaps saraf dalam otak agar kembali bekerja sesuai fungsinya. Istilahnya mah disetrum gitu, efeknya kejang, langsung di RJP, recovery position dan lakukan 3-6 kali ECT sampai ada perubahan.

Terakhir, belajar menyehatkan jiwa dengan selalu memberi nutrisi yang cukup untuk ruhani, think positive, menundukkan hati di hadapan pencipta jiwa, mohon perlindungan dan jauhi suudzon. Memang, Rasullullah itu belum pernah salah, jika qalbu itu baik, maka akan baiklah seluruh jasmani dan diri, tetapi jika Qalbu itu rusak, rusak sudah seluruh tubuh.

Okeey..lain kali sambung deh,,
Proud to be Nurse..^_^

cheers Eka_echizen

Wednesday, August 24, 2011

"Ibarat Mendaki Gunung yang Tinggi...."

Little Nurse's Story
Setahun perjalanan profesi calon Ners Muda

"Ibarat Mendaki Gunung yang Tinggi...."
Siapkan fisik dan mental memulai langkah Setapak demi setapak menuju puncak

Setelah 3 bulan masa liburan hampir habis, sebagian teman2 mahasiswa fakultas lain sedang bersiap2 untuk prosesi wisuda, mencari kerja atau malah santai berlibur. Mahasiswa dari fakultas istimewa (kita maksudnya) kembali sibuk menyiapkan fisik, otak, mental, materi untuk lanjut belajar di program profesi. Sebagian anak FIK yang memang tidak berminat melanjutkan pendidikan ke profesi mungkin melakukan hal-hal lain, tapi saya tidak membahas yang itu. Saya melihat teman-teman yang masih bersikukuh dengan segala macam pertimbangan untuk tetap berjuang meraih gelar Ners, satu tahun lagi siap mengorbankan waktu, tenaga dan uangnya agar mampu mengharumkan profesi keperawatan ini, teman-teman dari reguler 2007 antusias mengikuti Latihan KDP (keterampilan dasar profesi). Berbagai mekanisme jaringan komunikasi (jarkom) angkatan dirilis kembali untuk mempermudah aliran informasi, entah fb, email, sms dll seluruhnya diberdayakan untuk mengatur jadwal latihan, pembagian kelompok sampai kata-kata penyemangat. Saya merasakan antusiasme tersebut masuk ke hp, email jejaring sosial saya dan insya Allah terinternalisasi pula ke diri saya agar saya jadi rajin belajar untuk mempersiapkan satu tahun penuh kejutan ini. Kadang-kadang ada pula jarkom pembuat galau karena berisi informasi lowongan2 kerja di berbagai lokasi, cukup menggiurkan terutama untuk saya yang tidak terlalu hobi belajar alias lebih hobi cari penghasilan ^_^

Saya merasakan Perhatian dari kakak kelas juga tinggi, mereka rela hadir di tengah latihan untuk mempraktekkan ilmu yang sudah mereka dapat di lapangan selama satu tahun, menceritakan bahwa setahun yang lalu mereka juga merasakan hal yang sama seperti saya, cemas, tidak percaya diri, takut dan hal-hal lain yang menciutkan nyali. Tapi alhamdulillah, menurut cerita mereka dunia praktik tidak seseram yang saya bayangkan (semogaa,,,ngarep mode), insya Allah jika saya yakin mampu, akan hadir tangan-tangan Allah yang menolong saya dari kelemahan tersebut.

Hari ini ceritanya saya mau ambil toga untuk wisuda tanggal 16 September esok, saya bertemu dengan sahabat saya. Sedih rasanya ia tidak melanjutkan profesi, dengan alasan klasik, tapi saya salut dengannya, karena ia telah menyusun beberapa rencana untuk tetap eksis dalam dunia kesehatan. Saat asik cerita-cerita (karna udah lama gak ketemu), tiba-tiba ada jarkom tentang pembagian kelompok profesi.
Huff langsung deg-degan saya. Siapakah teman-teman saya nanti?? apakah mereka merasa beruntung bisa satu kelompok dengan saya atau justru merasa saya sebagai musibah? ^_^

Daaan saya beruntung sekali bisa satu kelompok dengan orang-orang hebaaat di kelompok E,,mereka adalah....Prima Mutia Sari, Indah Ps Koto, Eka Wahyu Irianti (saya), Hanna D Pakpahan, Desti Pramia Setyati, Alvinda Kurnia Dewi, Lindanya Linda, Fitriah Dachlan, Titin Hermaneti, Agustina Dwi, Dewi Lestari, Sinsin, Joan, Suci Wahyu, Diana

Percaya atau tidak, bukan kami meremehkan satu bidang keilmuan atau menganggap killer keilmuan yang lain, tp kami mendapat giliran yang sangat menakjubkan yaitu komunitas, keluarga, gerontik, anak, maternitas, Jiwa, KMB, KGD
Urutan seperti itu benar2 menguntungkan atau sebaliknya ya? yang jelas, menjadikan the last but not the least adalah hal yang akan kami lakukan bersama. Pelan-pelan saya menyusun kekuatan mental dan kesiapan untuk mencapai puncak keterampilan keperawatan bersama ke 14 orang teman saya plus teman2 dari ekstensi. Bismillah
Tenang kawan satu tahun penuh cerita, ini baru langkah awal sekali untuk membentuk puzzle kehidupan menuju cita-cita mulia sebagai seorang "Ners"

Hidup Perawat Indonesia !!!!!!!!!